Air mata yang keluar dari kelopak
mata seseorang banyak mengandung arti yang bermakna. Bisa berarti kesedihan
atau penyesalan, terharu atau kagum dengan sesuatu, marah, atau juga bisa
terkena sesuatu di daerah mata seperti terkena bawang merah, dan sebagainya.
Air mata juga menandakan lembutnya hati dan jiwa seseorang dalam merasakan
sesuatu, karena jika hatinya keras maka susahlah merasakan air mata yang
sebenarnya keluar.
Menangis
kadang dianggap sebagian orang cengeng akan segala hal, karena mudahnya air
mata keluar dan dianggap lemah. Akan tetapi tidak semua orang yang mudah
mengeluarkan air mata dianggap lemah dan tak berdaya. Dengan berbagai sebabnya
itulah yang membuat dia merasakan apa yang susah orang lain rasakan.
Dua
ilmuwan pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Kedua peneliti
tersebut berasal dari Jerman dan Amerika Serikat. Hasil penelitian kedua
peneliti itu menyimpulkan bahwa air mata yang keluar karena tepercik bawang atau
cabe sangatlah berbeda dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih.
Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya. Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin, atau racun.
Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya. Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin, atau racun.
Kedua
peneliti itu pun merekomendasikan agar orang orang yang mengalami rasa kecewa
dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan
atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan
lambung. Menangis karena hal yang tidak disengaja itu indah dan nikmat
dirasakan. Maka tumpahkan semua apa yang dirasakan dengan air mata, karena tak
setiap orang bisa dengan mudah menangis.
Dalam
Islam, menangis karena rasa kecewa dan penyesalan yang sangat, merupakan tanda
takutnya seorang hamba kepada Sang Pencipta. Karena banyaknya rasa salah dan
dosa yang diperbuat, membuatnya menangis bersedu sedu. Apalagi menangis ketika
beribadah di malam hari sambil bermuhasabah atas diri sendiri. Air mata suci yang keluar karena mengingat
Allah akan mudah jalannya menuju Ridho-Nya dan Surga dambaannya. Dan dapat
memadamkan api neraka.
Hal
ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW: ‘‘Ada mata yang diharamkan masuk
neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan
mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT” (HR. Muslim).
Seorang
sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan
hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis. Beberapa sufi
mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata yang selalu berderai.
Dan
Allah pun memuji orang yang menangis karena mengingatnya. ‘‘Dan, mereka
menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk” (QS Al-Isra' [17]:109).
Betapa
mulianya orang yang selalu bergetar hatinya dan menangis akan segala kesalahan
yang diperbuatnya. Karena salah satu tanda hati yang lembut dan bersih ialah
mudahnya menangis dan bergetar hatinya tatkala mengingat Allah dalam segala
hal.
Ingatkah
kita bagaimana kita dilahirkan ke muka bumi ini. Kita menangis dan semua orang
berbahagia atas kelahiran kita. Tapi apakah nanti ketika kita meninggal kita
akan menangis atau mereka yang akan menangis karena kita telah meninggalkan
kebaikan kepada mereka sehingga mereka merasakan keadaan kita atau mereka
bahagia atas kepergian kita.

Komentar
Posting Komentar