Langsung ke konten utama

Puisi Untuk Perantau


Aku tinggalkan kampung halaman
Bukan untuk bermalas malasan

Karena ku sadar ada beban masa depan
Dipundak sang perantau yang lagi menghayal

Pagiku, selalu sepi tak seperti dulu
Siangku, tak  tenang seperti dulu
Malamku, hanya rindu yang mendatangiku

Khayalan tak pernah berhenti memikirkan keadaanmu
Yang menaruh harapan besar kepadaku

Aku yakin, dengan tangan yang menggeram
Ku bawa cita citaku ke negeri sebrang
Kepulanganku membawa nama harummu
Harapanmu, ku jinjing dengan kuat
Cita cita besarku, ku persembahkan kepadamu.


Jogja, 4-10-2017

Komentar

Pos Terhangat

Komunitas Suling Bambu Nusantara Bergerak Melestarikan Alat Musik Tradisional

Suling bambu merupakan alat musik tradisional khas Indonesia atau tanah melayu yang dahulu sering sekali dimainkan untuk menghibur diri ataupun acara adat. Alat musik suling sendiri sudah ada sejak lama, karena cara main dan pembuatannya sangat mudah dipelajari dan didapatkan. Di Indonesia sendiri suling sering dimainkan dalam pementasan adat ataupun oleh seorang pujangga dahulu kala. Namun saat ini suling bambu sudah sangat susah didapatkan ataupun diajarkan kembali di sekolah musik, melainkan menggunakan suling yang terbuat dari plastik bukan lagi dari bambu khas tradisional. Hal itulah yang menjadi perhatian Agus Budi melihat jarangnya pemakaian dan pelestarian suling sebagai alat musik tradisional. Berawal dari pengamen suling bambu di jalanan, Agus lalu membentuk Komunitas Suling Bambu Nusantara (KSBN) pada 20 Mei 2004 di Yogyakarta. Pada awal berdirinya komunitas tersebut hanya ada tujuh orang dengan hobi dan minat yang sama. Tetapi sampai saat ini sudah banyak sekali yan...